Dominikus

Awal abad ke-13 aliran bidah Albigens – dari kota Albi di Perancis Selatan – sangat merongrong ajaran Gereja. Mereka memandang segala yang jasmani jahat, mengingkari Tritunggal, menyangkal penjelmaan dan penebusan yang dilakukan oleh Kristus. Semua sakramen, ibadat dan apa saja yang Nampak pada gereja ditolak. Saking fanatiknya mereka merusak gereja dan biara, menghancurkan gambar-gambar suci dan salib. Segala hubungan antara gereja dan Negara ditiadakan.

Pada saat yang sangat penting ini, seorang uskup Spanyol bersama pembantunya melintasi daerah bidah itu dalam perjalanan mereka ke Denmark. Mereka bertemu dengan para pengkhotbah utusan paus yang sudah patah semangat. Tak seorang pun mau bertobat. Dua orang Spanyol menasehatkan, supaya mereka melepaskan segala lambing kehormatan dan kekayaan ; dan bersama mereka menjelajahi pedesaan sebagai musafir miskin dan bergaul rapat dengan rakyat yang sesat. Ketika uskup itu meninggal, Dominikus Guzman, pembantunya, terketuk hatinya untuk terjun ke kancah perjuangan ini. Dominikus dilahirkan dari keluarga Kristen saleh di Spanyol. Sepanjang hari ia menelusuri jalan-jalan sehingga sampai ke pusat kubu pertahanan bidah Albigens. Ia berkhotbah menyampaikan Warta Gembira sejati dan mengadakan diskusi baik dib alai kota, bangsal istana maupun di gereja. Meski nyawanya dibayangi oleh pembunuh-pembunuh bayaran, namun ia menyerang ajaran sesat itu tanpa kenal lelah. Dominikus memberikan kuliah khusus untuk meningkatkan mutu imam-imam. Bersama enam rekannya yang tangguh ia mendirikan ‘Ordo Praedicatorum’atau ‘Ordo Para Pengkhotbah’. Tujuan pokok mordo ini adalah menyebarluaskan ajaran gereja dan membersihkannya dari segala noda kesesatan. Pada tahun 1216, ordo yang lebih dikenal dengan Dominikan ini disahkan oleh Paus Honorius III. Ordo ini berkembang pesat sehingga Dominikus terpaksa sering berkeliling menekankan kemiskinan, studi dan karya apostolic. Ia tidak menghendaki biara-biara memiliki tanah ; ia menolak kuda dan berjalan kaki menempuh jarak ribuan kilometer, walaupun sudah lanjut usia dan menderita sakit. Dominikus dipanggil Tuhan di biara Bologna pada tanggal 6 Agustus 1221. Kepada saudara-saudaranya ia berpesan : “Tetaplah penuh pada cinta kasih dan kerendahan hati, dan jangan tinggalkan nkemiskinan!”

Dominikus, pendiri Ordo Para Pengkhotbah ; lahir di Kalaruega (Spanyol ; 1170) dan wafat di Bologna (Italia ; 1221)Nama Dominikus berarti ‘milik Tuhan’. Santo Dominikus dilambangkan dengan bintang dan anjing dengan obor di moncongnya ; atau Bunda Maria sedang menyerahkan Rosario kepada biarawan yang berjubah putih dengan mantol hitam. Peringatan akan Santo Dominikus diperingati setiap tanggal 8 Agustus.

Published in: on February 2, 2009 at 3:07 pm  Comments (2)  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://permana1988.wordpress.com/2009/02/02/dominikus/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 CommentsLeave a comment

  1. Link blognya sudah dipasang mas

    salam
    Mova Nugraha

    • trims mas.. salam kenal juga


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: