Bruno

Jiwa korup bukan hanya merajalela di jaman kita ini. Dulu juga ada, bahkan dalam urusan keagamaan. Pada awal abad ke-11 uskup agung kota Rheims meninggal dan digantikan oleh seseorang yang berhasil mendapatkan jabatan itu dengan menyuap. Seorang dosen teologi dengan keras mengecam perbuatan najis itu. Namun akibatnya ia dipecat. Bruno, nama pengecam itu, berasal dari keluarga ningrat di Koln. Bruno yang amat cerdas itu belajar di sekolah katedral Rheims, ditahbiskan imam dan diangkat menjadi dosen teologi. Setelah terjadi peristiwa yang nista itu ia menyingkir bersama enam temannya ke sebuah tempat sepi di pegunungan Alpen. Mereka membangun sebuah kapel dan beberapa pondokyang terpencar-pencar. Itulah awal ordo Kartunesian, yang menggabungkan cara hidup menyendiri dan bersama.enam tahun kemudian Bruno dipanggil Paus Urbanus II ke Roma. Di Roma Bruno berusaha hidup seperti di biaranya. Tetapi hiruk pikuk suasana kota sangat mengganggunya. Akhirnya dengan berat hati Paus mengijinkan Nruno mendirikan biara di Kalabria dan hidup bertapa lagi seperti yang dicita-citakannya. Ia hidup sederhana, prihatin tetapi penuh ketenangan batin sampai akhir hayatnya.

Bruno, pendiri Ordo Kartusian. Lahir di Koln (1033) dan meninggal di biara Kalabria (Italia; 1101). Santo Bruno dilambangkan dengan maket gereja. Peringatan akan Bruno dilakukan setiap 6 Oktober.

Published in: on February 2, 2009 at 2:55 pm  Leave a Comment  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://permana1988.wordpress.com/2009/02/02/bruno/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: