Antonius dari Padua

Fernandez adalah putra tunggal bangsawan kaya Portugal yang berotak encer. Cita-citanya melambung setinggi langit. Hatinya lurus tapi keras. Orangtuanya sangat ingun agar kelak anaknya menjadi orang tersohor. Tetapi pada usia 11 tahun Fernandez sudah menjadi anak yatim piatu. Lalu ia dididik oleh pamannya yang sangat memanjakannya. Namun setelah menjadi pemuda yang pandai, arif dan bijaksana, Fernandez mempunyai cita-cita yang lain sama sekali. Ia ingin masuk biara di Lisbon. Meskipun mendapat tantangan hebat dari pamannya, Fernandez pantang menyerah. Syukurlah, akhirnya ia diijinkan juga. Lalu ia belajar di Universitas Coimbra. Di sanalah ia menjalin persahabatan dengan para pengikut Santo Fransiskus Asisi.

Suatu senja ia mendengar kabar, bahwa lima orang sahabatnya dibunuh oleh orang-orang Islam di Afrika. Tiba-tiba ia bangkit. Buku yang tengah dipelajari itu ditutupnya seraya berkata keada diri sendiri : “Teman-temanku telah dibunuh demi Tuhan. Apakah aku akan duduk-duduk terus mempelajari buku?” Jiwanya bergolak. Panggilan Tuhan berema dalam hatinya. Kemudian ia masuk Ordo Serikat Saudara Hna-dina Fransiskus dan diberi nama Bruder Antonius. Sayang, begitu sampai di Afrika ia jatuh sakit dan terpaksa dipindah ke Italia.

Bertahun-tahun ia menjelajahi Italia Utara untuk berkhotbah dan mengajar. Siang makam ia meniupkan Kabar Gembira, baik di gereja maupn di pasar, di lading ataupun di persimpangan jalan. Bila orang mendengar, bahwa Antonius singgah di kota mereka, tua muda, besar kecil, kaya miskin berduyun-duyun menyambut dan mendengarkan khotbahnya. Mereka terkesima dan mengagumi wejangan, nasehat dan hiburan yang diberikannya. Mereka terpikat dan terketuk hatinya. Oleh sebab itu, banyak orang sesat yang bertobat. Konon, ikan-ikan di danau pun bersembulan mengelompok mndengarkan dengan khidmat khotbah Antonius.

Anonius begitu tekun akan tugasnya, sampai sering lupa makan dan kurang tidur. Itulah sebabnya, baru berumur 36 tahun ia jatuh sakit dan menghadap Bapa. Jenazahnya disemayamkan di Gereja Santa Perawan Maria di Padua.

Antonius lahir di Lisbon (1195), karena paling lama tinggal di Padua dan wafat dekat kota itu (1231), ia disebut Antonius dari Padua. Setahun setelah wafatnya,ia sudah digelari kudus. Ia sering digambarkan sedang membopong kanak-kanak Yesus, karena dikisahkan ia sering bercakap-cakap denganNya di kamar. Antonius diminta bantuannya untuk menemukan kembali barang-barang yang hilang. Peringatan akan Santo Antonius dari Padua diperingati pada tanggal 5 Juli.

Published in: on January 29, 2009 at 4:54 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://permana1988.wordpress.com/2009/01/29/antonius-dari-padua/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: