Agata

Dalam masa pemerintahan Kaisar Decius (249-251), umat Kristen di seluruh wilayah kekaisaran dikejar-kejar dan dianiaya. Gubernur propinsi Sisilia, yaitu Quintianus, mengeluarkan suatu maklumat : Semua orang Kristen harus diadili di Palermo, ibu kota propinsi. Ia mendengar, bahwa di Catania, di kaki Gunung api Aetna, tinggallah seorang gadis Kristen nan cantik. Ia menginginkannya. Tetapi, Agata, nama gadis itu, sudah berprasetyatidak akan menikah dengan pria mana pun. Sebab, keperawanannya dipersembahkan hanya untuk Kristus. Quintianus marah dan geram sekali. Ia merasa direndahkan dan dihina : Seorang gadis jelata berani menolak dia! Kemudian ia memerintahkan pembantu-pembantunya agar menangkap Agata. Lalu Agata ditempatkan di rumah seorang pelacur yang berusaha menjerumuskannya ke dalam lembah hitam. Tetapi tak seorang pun berani menjamah Agata. Quintianus semakin geram dan garang. Ia mengancam akan memotong buah dada Agata jika tidak mau murtad dan nikah dengannya. Akhirnya ia disiksa dengan cara yang sangat keji.di tengah-twngah penderitaannya, Santo Petrus menampakkan diri mengunjungi Agata dalam penjara, menghibur dan mengobati luka-lukanya. Penyiksaan semakin diperkejam : ia diguling-gulingkan di aas pecahan kaca dan bara api yang merah menyala. Tubuhnya memar tak kuasa menahan siksaan. Menjelang detik-detik kematiannya, ia berdoa “Tuhan, Engkau telah melindungiku sejak masa mudaku, Engkau jualah yang telah menjauhkan aku dari cinta duniawi. Kini Engkau mengijinkan aku menang melawan segala siksaan terhadap tubuh ini. Tuhan, ke dalam tanganMu kini kuserahkan jiwaku.” Demikianlah cerita rakyat tentang Agata ; tetapi laporan-laporan tertulis tidak ada.

Agata, perawan dan martir. Hidup pada awal abad ketiga di Italia Selatan. Ian dihormati sebagai pelindung kemurnian, pelindung terhadap bahaya api (khususnya bagi yang bekerja di pabrik peleburan besi) dan pelindung penyakit dada. Agata berate yang mulia, arif, berani. Agata dilambangkan dengan seorang gadis yang membawa piring, di atasnya terletak dua buah dada yang terpotong. Peringatan akan Santa Agata diperingati pada tanggal 5 Februari oleh seluruh umat Katolik di dunia.

Published in: on January 29, 2009 at 2:39 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://permana1988.wordpress.com/2009/01/29/agata/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: