Adam dan Hawa

“Tak ada gunanya kita dilahirkan, jika tidak diselamatkan!” Demikian kita nyanyikan dalam madah “Exultet” pada Malam Paskah. Pada malam yang hening itukita merayakan kemenangan Kristus atas maut yang diakibatkan oleh dosa kita. Sebab, Adam berdosa, seluruh umat manusia mewarisi dan bergelut dengan dosa dan kematian.

Manusia dicita-citakan Tuhan untuk hidup bahagia. Maka ia diciptakan menurut citra kesamaan Tuhan, supaya dapat dicintai dan mencintai Tuhan. Walaupun manusia terbuat dari tanah (= adam), namun Tuhan sangat mengasihinya. Panggilan untuk hidup dalam cinta diwujudkan dengan terciptanya manusia sebagai pasangan. Tuhan mengadakan Hawa sebagai pelengkap Adam, yang sejajar dengannya. Untuk menekankan itu, Alkitab menamsilkan : “Ketika Adam tidur, Tuhan mengambil salah satu rusuknya dan menutup tempat itu dengan daging.” Tuhan membentuk rusuk itu menjadi wanita. Wanita diambil dari bagian tengah-tengah – bukan dari kepala ataupun kaki – supaya jelas bahwa derajatnya sama, meskipun pria dan wanita berbeda satu sama lain. Pasangan pertama ini sangat berbahagia karena sehati sejiwa dan erat dengan Tuhan. Mereka kudus dan karenanya tiada rasa malu diantara mereka, sekalipun telanjang,. Namun ketika mereka digodai untuk menjadi tidak hanya serupa, melainkan sederajat dengan Tuhan sendiri, maka mereka jatuh ke dalam dosa dan dihukum kembali menjadi tanah (=mati). Hal ini dilukiskan oleh Alkitab dengan pelanggaran atas perintah Ilahi, yaitu memakan buah “pohon pengertian segala yang baik dan jahat”, artinya ingin menjadi mahatahu.

Ketidaktaatan pasangan pertama ini membawa dosa dan maut bagi semua orang. Akan tetapi cinta kasih Ilahi jauh lebih besar dari kejahatan manusia. Maka, dosa ‘warisan Adam’ menjadi “felix culpa’ – ‘dosa yang membahagiakan’ (‘exultet’), berkat jasa ‘Adam kedua’ yaitu Yesus Kristus, Yang menebus segala dosa manusia. Bapa merelakan PuteraNya yang tercinta dibunuh demi mengangkat manusia dari jurang kematian menjadi tidak hanya citra, melainkan anak Tuhan sendiri. Pemberontakan dan kesombongan Adam dijawab oleh ketaatan Yesus. Adam diciptakan untuk mempersiapkan kedatangan ‘Adam sejati’ yaitu Yesus Kristus.

Betapapun jahat dan besar dosa manusia, namun pada saat mereka menginjakkan kaki di luar Taman Firdaus, Tuhan telah memberikan janji penyelamatanNya. Dalam kelahiran Kristus janji itu dipenuhi. Memang, kecongkaan dan kekurangpercayaan Hawa mengundang malapetaka kematian. Namun fajar pengharapan sudah terbit saat itu juga : Putera seorang wanita senantiasa dinanti-nantikan untuk menghancurkan kekuasaan dosa (=kepala ular). Harapan ini menjadi nyata dalam diri Santa Maria.berkat kepercayaan Maria, jalan kepada hubungan erat dengan Tuhan semakin terbuka.

Pasangan Adam dan Hawa adalah manusia yang lengkap seutuhnya. Persatuan suami-istri pertama ini diangkat oleh Yesus sebagai cermin serta sumber rahmat bagi kehidupan perkawinan : “Pada wal mula Tuhan menjadika mereka laki-laki dan perempuan. Oleh sebab itu, laki-laki akan mennggalkan ibu-bapanya dan bersatu dengan istrinya,sehingga keduanya menjadi satu danging. Mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan oleh manusia. “ (Matius 19,4-6) Inilah suatu rahasia besar, kata Santo Paulus. Sebab, sebagaimana Kristus bersatu dengan gerejaNya, demikianlah hendaknya persekutuan cinta antara pria dan wanita dalam hidup perkawinan : bersatu dan berkembang dalam cinta menuju persahabatan dengan Tuhan.

Adam dan Hawa, ibu-bapak kita semua : kuburnya dihormati di bukit Golgota dan gereja pemakaman Yerusalem. Adam berarti tanah dan Hawa berarti dari semua yang hidup.kedua orang suci ini dalam gereja Katolik dilambangkan dengan pria dan wanita tanpa busana dalam Taman Firdaus. Peringatan akan mereka dirayakan pada tanggal 24 Desember.

Published in: on January 29, 2009 at 7:10 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://permana1988.wordpress.com/2009/01/29/adam-dan-hawa/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: